Skip to main content

PROCESSING HYPERREALITY (a crunchy bite)


Cara kerja hiperrealita itu setau ane begini kira2 (ilustrasinya) :

lambang starbuck seharusnya menunjukan "ini adalah segelas kopi' buat membedakan antara dengan yang bukan kopi, atau diantara kopi2 buatan sejenis. fungsinya sebagai pembeda. awalnya begitu mustinya.

ini belum hiperrealita, berubah jadi hipperealitanya setelah begini
vv

lambang starbuck diartikan sebagai "ini mewah, keren, glamour, ngartis, gaul, eksis". (Kalo belum minum sambil foto ini belum keren ). Bukan lagi cuma menandai 'ini segelas kopi"

gara2 pergeseran simbol ini jadi yg tidak suka kopi jadi ikutan ngopi. lalu diakomodirlah oleh starbuck dengan produk non kopi seperti teh. biar yg gak suka kopi bisa ikutan eksis ke starbuk.. gitu kira-kiralah

~ a crunchy bite from social media ~

Comments

Popular posts from this blog

NEW NORMAL ADALAH MATINYA HIPEREALITA

Pertama2 saya akan bilang  New Normal ini sebenarnya adalah back to normal. Justru kehidupan kemarin itu yg abnormal Kedua, saya akan cerita apa itu hiperealita  ? sederhananya ketika anda beli segelas kopi starbuck seharga 40an ribu. Mengapa segelas kopi bisa begitu mahal ? anggaplah harga dasar kopi itu 7 ribu, maka 33 ribu sisanya anda membayar harga sewa sofa outlet dan membeli simbol starbuck. Angka 33 ribu itulah hiperealita . Sebuah kondisi mental yg menganggap sesuatu itu nyata dan kita butuhkan melebihi kebutuhan dasar kita sendiri.   (fyi istilah hiperalita diperkenalkan oleh filsuf prancis bernama Jean Baudrillard  dalam bukunya tentang Simulacra) Kita sesungguhnya tidak akan menemui hiperealita sedahsyat kemarin andai saja tidak ditemukan yg namanya facebook, instagram, twitter, dan teman2nya. Tiba2 datanglah covid19 . Mendadak kita semua takut keluar rumah, takut berkerumun, aktivitas di luar dibatasi. Apa2 serba dari rumah. Lalu bagaimana nasib par...

Kenapa Berlian itu Bernilai ?

Relasi Kuasa. Michel Foucault.

JOKER is The Message

Sebetulnya sudah lama saya ingin mengulik tokoh fiktif Joker ini sejak tragedi  penembakan di Aurora, Colorado 9 tahun lalu yang terinspirasi oleh film trilogi Batman, "The Dark Knight". Dan makin kepingin lagi sejak rilis film "Joker" (2019) besutan Warner Bros yang kontroversial penuh pro-kontra. Akhirnya hari ini pecah bisul juga membuat tulisan ini seiring muncul kejadian teror Joker di kereta Tokyo (31/10/2021). Dan bukan satu-satunya teror Joker di planet bumi ini sejak teror serupa yg menewaskan 12 korban penembakan massal di Amerika. Bukan main kharisma tokoh fiktif Joker ini .. Teringat dulu nonton film Batman versi tahun 90an yang masih bernuansa komikal dan theatrikal. Melihat Joker yg diperankan Jack Nicholson masih 'lucu' betulan mirip badut, ngga jahat2 banget kesannya walaupun penjahat. Tapi kok lihat tokoh Joker versi post-milenium ini beda ? Kharismatik, kelam, stress, suram.... psikopat-nya dapet ! Terus terang waktu nonton film Jok...